Advertisement

Berhentilah Mengeluh Jika Belum Ikut Mengayuh

Ada orang yang setiap hari mengeluh karena hidupnya tidak nyaman.

Mengeluh karena penghasilan kurang.

Mengeluh karena keinginannya belum terpenuhi.

Mengeluh karena keadaan tidak sesuai harapan.

Namun sedikit yang bertanya:

"Sudahkah aku ikut mengayuh perahu ini?"

Jangan sampai kita menjadi penumpang yang paling banyak menuntut, tetapi paling sedikit berkontribusi.

Jangan sampai kita menjadi orang yang paling sering mengeluh, tetapi paling jarang membantu.

Karena hidup bukan hanya tentang apa yang belum kita dapatkan.

Hidup juga tentang apa yang sudah kita perjuangkan.

Allah Tidak Pernah Menjanjikan Hidup yang Mudah

Banyak orang kecewa kepada kehidupan karena mengira setelah berdoa, berusaha, dan berbuat baik maka semua keinginannya akan segera terpenuhi.

Padahal Allah tidak pernah menjanjikan hal itu.

Allah berfirman:

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji?"

(QS. Al-'Ankabut: 2)

Ayat ini sangat jelas.

Ujian bukan tanda Allah meninggalkan kita.

Justru ujian adalah bagian dari perjalanan hidup yang telah ditetapkan-Nya.

Kalau hari ini terasa berat, jangan langsung menganggap ada yang salah.

Bisa jadi memang itulah medan yang harus dilalui.

Jangan Menjadi Beban Tambahan bagi Orang yang Sedang Berjuang

Di banyak keluarga ada seseorang yang memikul tanggung jawab lebih besar.

Memikirkan biaya hidup.

Memikirkan masa depan.

Memikirkan solusi.

Memikirkan cara agar semua tetap berjalan.

Orang seperti ini sering kali tidak membutuhkan tambahan keluhan.

Yang mereka butuhkan adalah dukungan.

Allah berfirman:

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa."

(QS. Al-Ma'idah: 2)

Perhatikan.

Perintahnya adalah saling menolong.

Bukan saling membebani.

Bukan saling menyalahkan.

Bukan saling menuntut tanpa batas.

Jika satu keluarga sedang menghadapi masa sulit, maka seluruh anggota keluarga seharusnya menjadi sumber energi, bukan sumber tekanan.

Mengeluh Tidak Akan Mengubah Takdir

Keluhan yang berulang-ulang sering kali hanya menghabiskan energi.

Sementara masalahnya tetap ada.

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

(QS. Ar-Ra'd: 11)

Ayat ini mengandung tamparan yang keras.

Perubahan tidak dimulai dari keluhan.

Perubahan dimulai dari tindakan.

Dari disiplin.

Dari keberanian menghadapi kenyataan.

Dari kesediaan melakukan hal-hal yang tidak nyaman.

Mau Hasil Orang Lain? Berani Jalani Jalannya?

Kita sering melihat hasil hidup orang lain.

Tetapi tidak melihat harga yang mereka bayar.

Kita ingin hasil yang sama.

Tetapi belum tentu mau menjalani proses yang sama.

Padahal Rasulullah ï·º bersabda:

"Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, sedangkan neraka dikelilingi oleh syahwat."

(HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa hal-hal bernilai tinggi sering kali berada di balik kesulitan.

Di balik disiplin.

Di balik pengorbanan.

Di balik rasa tidak nyaman.

Jangan berharap panen besar jika tidak mau berkeringat.

Jangan berharap hidup berubah jika tidak mau berubah.

Dunia Bukan Tempat Istirahat

Salah satu kesalahan terbesar manusia adalah menganggap dunia sebagai tempat mendapatkan seluruh kebahagiaan.

Padahal dunia adalah tempat ujian.

Allah berfirman:

"Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya."

(QS. Al-Mulk: 2)

Perhatikan.

Bukan siapa yang paling nyaman.

Bukan siapa yang paling kaya.

Bukan siapa yang paling sedikit masalah.

Tetapi siapa yang paling baik amalnya.

Artinya ukuran keberhasilan di sisi Allah tidak selalu sama dengan ukuran keberhasilan menurut manusia.

Sebelum Mengeluh, Tanyakan Ini pada Diri Sendiri

Sebelum berkata:

"Aku tidak nyaman."

Tanyakan:

"Sudahkah aku ikut membantu?"

Sebelum berkata:

"Kenapa hidupku begini?"

Tanyakan:

"Apa yang sudah aku lakukan untuk memperbaikinya?"

Sebelum menyalahkan keadaan:

"Apakah aku sudah mengeluarkan tenaga yang pantas untuk hasil yang kuinginkan?"

Karena sekoci kehidupan tidak bergerak oleh keluhan.

Sekoci bergerak karena ada orang-orang yang memilih mengayuh meskipun lelah.

Dan jika hari ini ada seseorang yang masih terus mengayuh demi keluarganya, jangan tambahkan beban di pundaknya.

Jika belum mampu membantu tenaganya, setidaknya jangan melemahkan semangatnya.

Sebab bisa jadi orang yang paling diam itulah yang sedang memikul beban paling berat.


Untuk Mereka Pemimpin yang Sedang Lelah

Baik itu lelaki maupun peremuan. Jika saat ini Anda Lelah.

Anda tidak harus selalu terlihat kuat.

Anda tidak harus selalu punya semua jawaban.

Dan Anda tidak harus memikul semuanya sendirian.

Jika saat ini Anda sedang menghadapi tekanan ekonomi, konflik keluarga, kehilangan arah karier, atau merasa perjuangan Anda tidak dihargai, mari duduk dan membahasnya bersama.

Bukan untuk menghakimi.

Bukan untuk menggurui.

Tetapi untuk membantu Anda menemukan langkah berikutnya yang lebih jelas.

Sesi Konseling Kontak Tim Terapis.